Kamis, 14 Oktober 2010

[tutup]
Islam di Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Ada usul agar artikel atau bagian dari halaman Penyebaran agama islam di nusantara digabungkan ke halaman atau bagian ini. (diskusikan)
Ada usul agar artikel atau bagian dari halaman Islam di Nusantara digabungkan ke halaman atau bagian ini. (diskusikan)
Ada usul agar artikel atau bagian dari halaman Peninggalan kerajaan bercorak islam digabungkan ke halaman atau bagian ini. (diskusikan)

Bagian dari seri
Islam menurut negara
IslamicWorldNusretColpan.jpg
Islam di Afrika[tampilkan]

Afrika Selatan · Afrika Tengah · Aljazair · Angola · Benin · Botswana · Burkina Faso · Burundi · Chad · Djibouti · Eritrea · Ethiopia · Gabon · Gambia · Ghana · Guinea · Guinea-Bissau · Guinea Khatulistiwa · Kamerun · Kenya · Komoro · Lesotho · Liberia · Libya · Madagaskar · Malawi · Mali · Mauritania · Mauritius · Maroko · Mesir · Mozambik · Namibia · Niger · Nigeria · Pantai Gading · Rep. Demokratik Kongo · Republik Kongo · Rwanda · Sahara Barat (Republik Demokratik Arab Sahrawi) · Sao Tome dan Principe · Senegal · Seychelles · Sierra Leone · Somalia · Sudan · Swaziland · Tanjung Verde · Tanzania · Togo · Tunisia · Uganda · Zambia · Zimbabwe
Islam di Asia[tampilkan]

Asia Tengah
Kazakhstan · Kirgizstan · Rusia · Tajikistan · Turkmenistan · USSR · Uzbekistan
Asia Timur
Cina (Hong Kong · Makau · Tibet*) · Jepang · Korea (Korea Utara · Korea Selatan) · Mongolia · Taiwan
Asia Selatan
Afghanistan · Bangladesh · Bhutan · India · Maladewa · Nepal · Pakistan · Sri Lanka
Asia Tenggara
Brunei · Kamboja · Indonesia · Laos · Malaysia · Myanmar · Filipina · Singapura · Thailand · Timor Leste · Vietnam
Asia Barat
Arab Saudi · Armenia · Azerbaijan · Bahrain · Georgia · Iran · Irak ·
Israel dan Palestina · Kuwait · Lebanon · Oman · Qatar · Siprus · Suriah · Turki · Uni Emirat Arab · Yaman Yordania ·
Islam di Eropa[tampilkan]

Eropa Barat
Andorra · Belanda · Belgia · Britania Raya (Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, Wales) Irlandia · Italia · Luxemburg · Malta · Monako · Perancis · Portugal · San Marino · Spanyol ·
Eropa Utara
Denmark · Finlandia · Islandia · Norwegia · Swedia
Eropa Tengah
Austria · Kroasia · Ceko · Hongaria · Jerman · Liechtenstein · Polandia · Slowakia · Slovenia · Swiss
Eropa Timur
Armenia · Azerbaijan · Belarus · Estonia · Georgia · Kazakhstan · Latvia · Lithuania · Makedonia · Moldova · Rusia · Ukraina · USSR
Eropa Tenggara
Albania · Bosnia · Bulgaria · Siprus · Yunani · Montenegro · Rumania · Serbia · Turki ·
Islam di Amerika[tampilkan]

Amerika Utara
Kanada · Meksiko · Amerika Serikat ·
Amerika Tengah
Belize · Kosta Rika · Guatemala · Honduras · Nikaragua · Panama ·
Amerika Selatan
Argentina · Bolivia · Brazil · Chili · Guyana · Kolombia · El Salvador · Ekuador · Paraguay · Peru · Suriname · Uruguay · Venezuela
Karibia
Antigua dan Barbuda · Bahama · Barbados · Dominika · Rep. Dominika · Grenada · Haiti · Jamaica · Kuba · Saint Kitts dan Nevis · Saint Lucia · Saint Vincent dan Grenadines · Trinidad dan Tobago ·
Islam di Oseania[tampilkan]

Australia
Australia · Pulau Norfolk · Pulau Natal · Cocos (Keeling)
Melanesia
Timor Leste · Fiji · Kaledonia Baru · Papua Nugini · Kepulauan Solomon · Vanuatu
Mikronesia
Guam · Kiribati · Kepulauan Marshall · Mariana Utara · Mikronesia · Nauru · Palau
Polinesia
Samoa Amerika · Kepulauan Cook · Polinesia Perancis · Selandia Baru · Niue · Pitcairn · Samoa · Tokelau · Tonga · Tuvalu · Wallis dan Futuna
Kotak ini: lihat • bicara • sunting

Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah masuknya Islam
o 1.1 Penyebaran Islam (1200 - 1600)
o 1.2 Masa kolonial
* 2 Demografi
* 3 Arsitektur
o 3.1 Masjid
* 4 Pendidikan
* 5 Organisasi
* 6 Politik
* 7 Catatan dan referensi
* 8 Pranala luar

[sunting] Sejarah masuknya Islam
[sunting] Penyebaran Islam (1200 - 1600)
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 - 1600)

Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya.[1] Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M. Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M.[1]. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatra (Barus) [2]. Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Srivijaya.

Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bi Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra ratu Sima dari Kalingga masuk Islam [3].

Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa kholifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).

Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat

Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mashab Safi'i.

Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M)di Gresik.
[sunting] Masa kolonial

Pada abad ke-17 masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.

Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

* Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
* Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.[4]

Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, diantara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.[5]
[sunting] Demografi

Sebagian besar ummat Islam di Indonesia berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.

Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku. Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah, dan sebagian wilayah Papua.
[sunting] Arsitektur
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Arsitektur Islam di Indonesia

Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim[6], disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.
[sunting] Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia

Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu[7] masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.[8]
[sunting] Pendidikan
Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Gambar diambil akhir Januari 2006.

Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.[9] Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.
[sunting] Organisasi

Terdapat beberapa organisasi Islam di Indonesia, diantaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair, sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam traditional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia.
[sunting] Politik
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Politik Islam di Indonesia

Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.

Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan-akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.
[sunting] Catatan dan referensi

1. ^ a b Masuknya Islam di Indonesia, situs Kidung Peziarah
2. ^ Prof Dr HAMKA. Sejarah Umat Islam.
3. ^ H Zainal Abidin Ahmad. Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Bulan Bintang, 1979.
4. ^ Mustafa Kamal, SS, Sejarah Islam di Indonesia. Dakwatuna.com. Diakses pada 4 Januari 2010
5. ^ Ricklefs, M.C. (11 Oktober 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 353-356.
6. ^ Pengaruh Arsistektur Peradaban Islam di Indonesia, situs Era Muslim
7. ^ Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia
8. ^ Gerakan Memakmurkam Masjid, Institut Manajemen Masjid
9. ^ Nurun Maksuni, Pesantren dalam wajah Islam Indonesia, nusyria.net:2007

[sunting] Pranala luar

* Islam di Indonesia, dari seasite.niu.edu.
* Islam in Indonesia, dari BBC News.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia"
Kategori: Islam di Indonesia
Kategori tersembunyi: Artikel yang layak digabungkan
Peralatan pribadi

* Fitur baru
* Masuk log / buat akun

Ruang nama

* Halaman
* Pembicaraan

Varian

Tampilan

* Baca
* Sunting
* Versi terdahulu

Tindakan

* ↑

Cari
Cari
Navigasi

* Halaman Utama
* Perubahan terbaru
* Peristiwa terkini
* Halaman sembarang

Komunitas

* Warung Kopi
* Portal komunitas
* Bantuan

Wikipedia

* Tentang Wikipedia
* Pancapilar
* Kebijakan
* Menyumbang

Cetak/ekspor

* Buat buku
* Unduh sebagai PDF
* Versi cetak

Kotak peralatan

* Pranala balik
* Perubahan terkait
* Halaman istimewa
* Pranala permanen
* Kutip halaman ini

Bahasa lain

* العربية
* Deutsch
* English
* فارسی
* Français
* Bahasa Melayu

* Halaman ini terakhir diubah pada 23:29, 16 Agustus 2010.
* Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

* Kebijakan privasi
* Tentang Wikipedia
* Penyangkalan

* Powered by MediaWiki
* Wikimedia Foundation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar